12 Samanera “Terjebak” Gempa Lombok

Minggu (29/7) Lombok diguncang gempa bumi berkekuatan Magnitudo 6,4 pada pukul 05:47:39 WIB dari kedalaman 10 Km. Gempa mengakibatkan vihara dan rumah-rumah warga mengalami kerusakan cukup parah, terutama di Kabupaten Lombok Timur.

Untuk meringankan penderitaan korban gempa Padepokan Dhammadipa Arama, Batu, Malang, mengirim 12 samanera guna menjadi relawan. Mereka berangkat Rabu (1/8) dengan menggunakan 2 mobil vihara. Desa Bayan, Lombok Timur salah satu titik gempa menjadi tujuan pertama mereka.

 

Dikoordinir oleh Bhante Saccadhammo, padesanayaka NTB, kedua belas samanera sehari-hari membantu umat Buddha membersihkan rumah dan vihara. Pada Sabtu (4/8), mereka bergotong royong merapikan tembok Vihara Rinjani Dhamma Giri yang retak parah akibat gempa.

Siang hari para samanera membantu umat membersihkan puing-puing bangunan, sedangkan pada malam hari mereka disebar ke beberapa vihara dan desa untuk memimpin pujabhakti atau menghadiri perayaan Asadha.

 

Hingga malam itu, Minggu (5/8) saat gempa kedua datang dengan kekuatan lebih besar yakni berkekuatan Magnitudo 7,0. Panik di mana-mana, hanya itu yang tergambar dari suasana malam itu. Beberapa samanera ada yang terjebak di desa karena jalan terputus, yang lain gabung dengan para pengungsi, yang lain lagi ikut dengan masyarakat lari ke perbukitan.

“Awalnya kami datang untuk membantu korban gempa. Dua hari kemudian datang gempa yang lebih besar, jadi beda misi lagi, delapan samanera terjebak selama 3 hari di sana nggakbisa pulang karena jembatan roboh. Akhirnya kami juga menjadi korban di sini, ngabisin beras sembako,” tutur Samanera Cittasarano

 

Ditambah lagi mereka ditinggal salah satu sopir yang membawa mereka ke Lombok. “Sopir satunya panik, mobilnya ditinggal kemudian dia minta diantarkan ke bandara oleh warga untuk langsung terbang kembali ke Malang,” samanera bercerita.

Kondisi ini membuat 12 samanera harus tinggal di Lombok untuk beberapa waktu lagi. Sehari-hari para samanera ini membantu di Posko KMJ kadang juga disebar untuk membantu korban gempa di pelosok-pelosok desa.