BMKG Imbau Masyarakat Waspadai Hujan Ekstrem di 13 Provinsi

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat di 13 provinsi di Indonesia mewaspadai curah hujan yang ekstrem hingga Selasa (1/5).

Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati mengatakan curah hujan ekstrem saat ini masih terjadi di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Banten, Jawa Barat, Kalimatan Tengah, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat, dan Papua.

“Meskipun beberapa wilayah di Indonesia sudah memasuki musim kemarau, perlu diwaspadai potensi thunderstorm (hujan badai) dalam dua hari ke depan yang masih dapat terjadi di (sejumlah) wilayah,” kata Dwikorita dalam keterangan tertulis yang diterima op media, Minggu (29/4).

BMKG mengimbau agar kapal-kapal yang melintas dan masyarakat pesisir pantai agar selalu waspada terhadap kemungkinan terjadinya gelombang tinggi dalam menghadapi kondisi ini.

BMKG juga mengimbau agar masyarakat menunda kegiatan penangkapan ikan secara tradisional hingga gelombang tinggi mereda dan selalu mewaspadai berbagai kemungkinan hujan disertai angin yang dapat menyebabkan pohon maupun baliho tumbang atau roboh.

Lebih dari itu, Dwikorita menyampaikan, pihaknya memantau tumbuhnya siklon tropis Flamboyan di Samudra Hindia dan sekitar 1.345 kilometer barat daya Pulau Enggano atau 1.410 kilometer barat daya Bengkulu.

Berdasarkan pemantauan yang dilakukan sejak Sabtu (28/4) malam itu diketahui bahwa siklon tropis Flamboyan telah mengakibatkan cuaca buruk seperti hujan deras, angin kencang, dan puting beliung.

“Posisi siklon tropis Flamboyan berada di 8,6 Lintang Selatan dan 90,5 Bujur Timur dengan kecepatan angin maksimum 65 kilometer per jam (35 knot) dengan pergerakan ke arah barat, barat daya dengan kecepatan 9 kilometer per jam (5 knot) menjauhi wilayah Indonesia,” katanya.

Dwikorita menjelaskan, siklon ini masih memiliki kecenderungan mengalami peningkatan intensitas hingga mencapai kecepatan angin maksimum 85 kilometer per jam (45 knot) dalam 24 jam ke depan.

Namun demikian, lanjutnya, berdasarkan pantauan BMKG pada hari ini diketahui bahwa siklon tropis Flamboyan telah meninggalkan wilayah tanggung jawab Tropical Cyclone Warning Center (TCWC) Jakarta dan memasuki wilayah Regional Specialized Meteorologica Center (RSMC) Tropical Cyclone Center La Reunion.

Di sisi lain, Dwikorita menuturkan, siklon tropis Flamboyan memberikan dampak pada peningkatan tinggi gelombang di beberapa wilayah perairan Indonesia. Pertama, akan terjadi peningkatan tinggi gelombang Iaut dengan ketinggian 1,25 hingga 2,5 meter di perairan Bengkulu hingga barat Lampung, Selat Sunda bagian selatan, dan perairan Enggano.

%d blogger menyukai ini: