Hanya Di Jakarta, Bendera Negara Peserta AG 2018 Pakai Bambu Belah

Perhelatan Asian Games 2018 akan segera tiba, tinggal sebulan lagi pesta olahraga terakbar se-Asia tersebut akan dilangsungkan di Indonesia, tepatnya di kota Jakarta dan Palembang.

Kota Palembang sendiri sudah siap segala sarana dan prasarananya, hal ini dibuktikan oleh Presiden Jokowi yang telah mengunjungi Kota Palembang beberapa waktu lalu sekaligus menjajal LRT yang juga sudah siap untuk menyambut Asian Games.

Lantas bagaimana dengan Jakarta?, persiapan Kota Jakarta menjadi tuan rumah Asian Games sepertinya tidak sesiap Kota Palembang. Terbukti hingga saat ini masih ada sarana dan prasarana yang dikebut pengerjaannya agar dapat selesai tepat waktu.

Salah satu contohnya adalah trotoar Jalan Sudirman-Thamrin, yang bahkan harus diambil alih penyelesaiannya oleh menteri PUPR, akibat ketidaksanggupan Pemprov DKI dibawah kepemimpinan Anies Baswedan dan Sandiaga Uno untuk menyelesaikannya.

Bahkan lebih mirisnya lagi, Hari ini di WAG, saya mendapatkan kiriman gambar dari seorang teman. Setelah saya buka ternyata merupakan foto bendera negara-negara peserta Asian Games 2018 yang terpasang pada pagar sebuah jalan. Yang membuat saya geleng-geleng kepala adalah tiang bendera tersebut hanya menggunakan bambu yang dibelah dua, malah ada yang mengatakan dari pipa paralon bekas dan diikat pada pagar jalanan.

Yang saya tidak habis pikir apakah pemprov DKI sudah tidak punya dana untuk membeli tiang bendera yang lebih layak?. Sementara si Gubernur dan Wakilnya suka berpergian keluar negeri menggunakan fasilitas kelas bisnis. Namun kotanya tidak sanggup membeli tiang bendera yang lebih layak, itu keterlaluan namanya.

Tentu hal ini menjadi pemandangan yang tidak enak dilihat, belum lagi pagar tempat diikatkannya tiang bendera itu tidak dicat sama sekali dan terlihat kusam berkarat.

Harusnya Gubernur dan Wakilnya ingat kalau ini adalah perhelatan olah raga terbesar di Asia. Diperkirakan ada sekitar 45 ribu orang dari berbagai negara di Asia yang akan datang ke Jakarta untuk mengikuti event olah raga tersebut. Apa jadinya bila mereka melihat bahwa bendera negara mereka hanya diikat dengan bertiangkan bambu belah atau paralon bekas di pagar yang sudah berkarat?. Apakah mereka tidak akan merasa dilecehkan?.

Kita tentu masih ingat saat Sea Games yang lalu di Malaysia, bendera negara kita digambarkan terbalik pada katalog olah raga yang dibagikan oleh negara Malaysia ketika itu. Hal tersebut membuat kita tersinggung dan menuntut permintaan maaf dari Negara Malaysia. Hal yang sama tentu tidak kita inginkan terjadi di Indonesia, di mana para tamu undangan dari negara sahabat, merasa dilecehkan karena benderanya diikat dengan bambu belah atau paralon bekas karena akan menjadi preseden buruk bagi bangsa ini

Terlepas apakah kejadian tersebut disengaja atau tidak disengaja, harusnya hal ini menjadi tanggung jawab si Gubernur dan Wakilnya untuk segera mengatasinya. Jangan hanya pintar menata kata tapi tidak becus mengurus atau bahkan memonitor kotanya sendiri. Nanti saat dikonfirmasi wartawan, ada yang pasang wajah kaget dan menjawab tidak tahu sementara ada juga yang menyalahkan pihak lain.

Sebelum terlanjur menjadi sorotan dunia, saya sih menyarankan agar tiang bendera tersebut diganti dengan bahan yang lebih layak. Jangan sampai kejadian Amien Rais yang didamprat oleh penumpang yang satu pesawat dengan dirinya terulang lagi, namun kali ini yang kena labrak adalah Gubernur dan Wakil Gubernur DKI yang didamprat oleh seluruh warga DKI di Balaikota.