Melihat Proses Pembuataan Kue Keranjang

Usaha rumahan kue keranjang di Tangerang ini sudah ada sejak 52 tahun silam. Hingga kini kue keranjang berbungkus daun pisangnya selalu diburu oleh pembeli. Apa rahasia kelezatannya?

Kue keranjang merupakan kue yang disajikan khusus saat perayaan Imlek. Dalam bahasa Mandarin kue keranjang juga disebut dengan Nian Gao yang berarti ‘tahun tinggi’.
.
Kue keranjang terbuat dari tepung ketan dan gula. Kue ini memiliki tekstur yang lengket dengan rasa yang manis. Rasa manis inilah yang diharapkan dapat membawa rejeki dan kenikmatan di tahun yang akan datang.

Berada di Jl. Lio Baru, Bouraq Gang SPG No. 55 RT 001 RW 02 Kampung Sirnagalih, Kota Tangerang, usaha rumahan kue keranjang Ny. Lauw sudah dikenal sejak tahun 1962. Beberapa minggu menjelang imlek, tempat ini mulai memproduksi kue keranjang dan aneka dodol.
.
“Awalnya dari kakek, tapi ibu saya mulai merintis pabrik ini sekitar tahun 1962. Sekarang saya generasi ketiga,” ujar Umar Sanjaya, selaku pengelola dari pabrik Ny. Lauw.

Kini ia memiliki lebih dari 100 karyawan yang bekerja jelang Imlek. Pemasaran kue keranjang Ny. Lauw sekitar Jabodetabek. Bagi Anda yang ingin memesan sebaiknya dilakukan 1-2 bulan sebelum Imlek, jika tidak jangan harap Anda akan mendapatkan kue keranjang legendaris ini.

Selain kue keranjang, pabrik Ny. Lauw juga memproduksi dodol. “Dalam sehari kita produksi sekitar 1 ton. Dodol tiap hari bikin tapi jumlahnya sedikit. Kalau kue keranjang hanya 2 minggu menjelang Imlek saja,” jelas Umar.

Umar mengatakan, warna merah yang dihasikan dari kue keranjang yang ia produksi berasal dari proses pengukusan yang lama dan juga proses fermentasi adonan.

Penggunaan bahan alami atau tanpa bahan pengawet dan proses manual menjadi rahasia dibalik rasa enak pada kue keranjang buatan Nyonya Lauw ini. Rasanya tak terlalu legit dengan aroma wangi daun pisang dan kekenyalan yang pas. Pantas saja kue keranjang ini selalu diburu orang saat Imlek.