Review Hostinger

Proses pembuatan website tidak selesai sebelum website yang kita buat bisa diakses oleh orang lain. Saat kita membuat website, versi awal website yang kita buat hanya bisa dibuka di komputer lokal sehingga yang bisa melihatnya hanya kita sendiri atau orang yang berada di jaringan lokal yang sama (wifi/kabel). Proses pembuatan website belum selesai sampai website yang kita buat bisa diakses oleh orang lain.

Web hosting adalah layanan bisnis yang menyediakan tempat untuk menyimpan file-file website kita dan memungkinkan orang lain untuk mengaksesnya dari mana pun di belahan dunia ini. Ada banyak sekali perusahaan web hosting yang tersedia sehingga saat pembaca selesai membuat website mungkin akan memakan waktu dalam memilih tempat hosting yang sesuai.

Banyak hal yang harus kita pertimbangkan dalam memilih web hosting. Oleh karena itu, artikel ini akan membahas faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan dalam menentukan web hosting mana yang akan dipilih.

Beberapa Jenis Hosting yang Perlu Diketahui

Sebelum mulai memilih layanan web hosting, ketahui terlebih dulu beberapa jenis hosting yang biasanya digunakan oleh para webmaster. Umumnya ada tiga jenis hosting yang ditawarkan, yaitu shared hosting, VPS, dan dedicated server.

Shared Hosting

Shared hosting merupakan jenis hosting yang umumnya dipakai untuk website pribadi (blog), sekolah, profil perusahaan (company profile), organisasi, atau toko online menengah ke bawah. Shared hosting merupakan jenis hosting dengan biaya paling murah. Tersedia pilihan paket layanan seharga belasan ribu per bulan sampai lima puluh ribuan.

Kenapa bisa shared hosting sangat murah? Hal ini karena kita berbagi sistem dengan ratusan atau ribuan pengguna lain. Dengan dibaginya sistem server dengan banyak orang, harganya menjadi lebih rendah. Namun, karena dibagi dengan begitu banyak pelanggan, terkadang performa website kita akan menurun seiring dengan bertambahnya jumlah pengguna dan meningkatnya operasi yang dilakukan oleh web kita.

Virtual Private Server (VPS)

Virtual Private Server atau yang lebih dikenal dengan singkatan VPS adalah jenis layanan yang menjadi jembatan antara shared hosting dengan dedicated hosting. Di sistem VPS, satu server masih dibagi untuk beberapa pelanggan. Tapi bedanya, jika di shared hosting kita berbagi dengan ratusan bahkan ribuan, di VPS kita hanya berbagi dengan beberapa orang saja.

Analoginya seperti ini, di shared hosting kita memiliki satu sistem Windows dengan beberapa user. Di sistem Windows ini kita memiliki aplikasi-aplikasi yang sama (Office, Chrome, Firefox, dll.) tapi file dokumennya disimpan di folder yang berbeda sesuai dengan username yang dibuat. Saat berbagi sistem Windows, kita terkadang tidak bisa memasang aplikasi tertentu tanpa izin Administrator (kecuali jika fitur ini memang dimatikan). Begitu pula dengan shared hosting di mana kita hanya bisa menggunakan layanan yang sudah disediakan dan tidak bisa menambah layanan yang aneh-aneh.

Sementara itu untuk VPS, kita diberikan sebuah virtual machine atau sistem komputer virtual di mana kita memiliki sistem sendiri yang terisolasi dari yang lain. Jika kita mengikuti analogi Windows di atas, VPS ini seperti virtual machine yang ada di aplikasi, misalnya VirtualBox atau VMWare. Sistem yang kita dapatkan betul-betul sistem yang utuh di mana kita bebas untuk memasang aplikasi apa saja (bahkan memformat sistem) karena apa yang kita lakukan tidak berpengaruh terhadap pelanggan lain.

Kebebasan yang dimiliki oleh VPS dibayar dengan harga yang lebih mahal dibanding shared hosting. Paket VPS yang paling murah berkisar di 100 ribuan sampai dengan satu jutaan.

Dedicated Server

Jika shared hosting dan VPS masih berbagi resources dengan pengguna lain, maka sebuah dedicated server benar-benar memberikan satu komputer (bukan virtual) untuk kita pakai sebagai tempat menyimpan sistem websitenya. Karena yang kita dapatkan adalah satu komputer utuh, maka kita memiliki kebebasan yang sebebas-bebasnya untuk mengelola bagaimana server ini dalam menghosting web kita. Kita juga bisa mengatur sistem keamanan, load balancerfirewall, dan sebagainya.

Karena dedicated server betul-betul komputer utuh, maka performa yang dihasilkan jauh melebihi VPS apalagi shared hosting. Biasanya website yang menggunakan dedicated server adalah website yang sudah memiliki pengunjung/pelanggan yang sangat besar dengan banyak operasi.

Fitur-fitur yang Sebaiknya Dipertimbangkan Ketika Memilih Web Hosting

Garansi Uptime

Apa yang dimaksud dengan uptime?

Uptime adalah persentase waktu server berjalan (tidak dalam keadaan mati). Uptime adalah salah satu cara untuk melihat apakah sebuah web hosting layak dibeli atau tidak. Jika uptime sebuah web hosting rendah, maka itu artinya sistem mereka sering mati sehingga website kita tidak akan bisa diakses. Dengan persentase uptime yang tinggi artinya website kita akan hampirselalu bisa diakses dengan waktu down yang minimal. Contohnya besaran uptime yang diberikan oleh hostinger.co.id. Pelanggan diberi uptime 99.9% yang menjamin performa terbaik untuk website Anda.

Bantuan Live chat

Saat membeli web hosting, kita tidak hanya membeli layanan servernya, tapi juga termasuk dengan layanan di luar itu. Saat kita menemukan masalah yang tidak bisa diselesaikan sendiri, perusahaan penyedia web hosting harus siap untuk membantu pelanggan, kita salah satunya. Jika tidak ada layanan bantuan, jangan gunakan web hosting tersebut. Kalau bukan penyedia layanan hostingnya, siapa lagi yang akan membantu kita?

Opsi Upgrade Hosting

Saat memilih hosting, penulis biasanya mengambil opsi paling murah dan ketika dibutuhkan, penulis dapat melakukan upgrade. Dengan demikian, kita bisa memulai dengan biaya paling rendah dan sedikti demi sedikit meng-upgrade ke layanan yang lebih tinggi saat memang dibutuhkan tanpa harus melakukan pengaturan dari awal.

Control Panel

Control panel sangat penting untuk dimiliki oleh sebuah web hosting karena semua operasi yang kita butuhkan bisa dilakukan dengan lebih mudah menggunakan control panel. Jenis control panel-nya tidak terlalu penting (yang paling umum biasanya cPanel). Namun hal terpenting adalah control panel yang diberikan user friendly sehingga tidak menyulitkan penggunaannya.

Pilihan CMS yang Banyak

Jika website yang ingin dibuat akan menggunakan Content Management System (CMS), seperti WordPress, Drupal, Joomla, atau yang lainnya, maka tentu saja akan merepotkan apabila kita harus membuat database baru, mengunduh file CMS, menggunggahnya, mengekstraknya, menjalankan konfigurasi awal, dsb. Oleh karena itu, pastikan web hosting yang dipilih memiliki pilihan CMS yang lengkap sehingga kita tinggal pilih mau memasang CMS apa, dan seluruh langkah persiapan tadi sudah secara otomatis dilakukan oleh penyedia layanan hosting sehingga kita tinggal mengonfigurasi websitenya saja.

Email hosting

Untuk membuat sebuah website terlihat lebih professional, terkadang kita memerlukan email ke nama domain sendiri. Misalnya, info@codepolitan.com tentu akan terlihat lebih profesional dibanding admin.codepolitan@gmail.com bukan? Meski bukan menjadi fitur inti dari sebuah website, fitur ini bisa melengkapi website kita agar lebih keren!

Layanan Backup

Tak ada gading yang tak retak, dan tak ada layanan web hosting yang sempurna. Sebagus-bagusnya sebuah web hosting, tidak ada jaminan bahwa kita tidak akan dapat “sialnya”. Hardisk bad sector atau database rusak bisa menghancurkan bisnis yang dikembangkan. Oleh karena itu, kita wajib membuat backup untuk setiap website yang kita buat. Hosting yang baik adalah hosting yang memiliki layanan backup lengkap. Ada beberapa hal seputar backup yang harus kita cek ke layanan hosting tersebut:

  • Apakah web hosting menyediakan layanan backup reguler (harian/mingguan/bulanan)?
  • Bisakah web kita dibackup secara manual dari control panel?
  • Bisakah backup dilakukan otomatis?
  • Bisakah kita mengembalikan file backup dengan mudah tanpa harus melalui staff web hosting?

Website Builder

Oke, saat memilih web hosting, biasanya kita sudah memiliki website yang sudah dibuat untuk diunggah. Tapi bagaimana jika websitenya belum ada dan kita perlu membuat landing page  agar pengunjung tidak menemukan halaman kosong? Di sinilah fitur website builder membantu. Sebuah website builder adalah layanan untuk mendesain halaman website dengan drag & drop dari template yang umumnya sudah disediakan. Dengan kemudahan ini, kita bisa membuat landing page hanya dalam hitungan menit. Hosting yang baik tentu sudah menyediakan webiste builder gratis tanpa mengeluarkan biaya tambahan.

Penutup

Web hosting menjadi salah satu elemen penting dari keberlangsungan hidup sebuah website. Salah pilih hosting bisa berakibat fatal. Oleh karena itu, pilihlah web hosting yang memiliki faktor-faktor tersebut di atas. Ada banyak penyedia layanan web hosting di Indonesia, dan salah satunya adalah Hostinger Indonesia. Apa pun yang anda butuhkan untuk membuat website bisa didapatkan di hostinger.co.id. Selain memiliki kelebihan-kelebihan di atas, Hostinger juga memiliki layanan:

  • Domain gratis jika membeli paket premium atau bisnis langsung untuk satu tahun
  • Tanpa iklan meskipun klien memilih paket single
  • Garansi 30 hari uang kembali jika tidak puas dengan layanan yang diberikan
  • Banuan live chat 24/7
  • Domain xyz termurah hanya Rp. 13.212/tahun
%d blogger menyukai ini: